Sabtu, 04 Desember 2010

ARTI DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASI

            Manajemen operasi adalah suatu disiplin ilmu dan profesi yang mempelajari secara praktis tentang profesi perencanaan (process of planning) mendesain produk (product design) sistem produksi (production system) untuk tujuan organisasi.
Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan dan menjual produk (barang & jasa) yang bersifat sejenis. Misalnya  industri Tekstil,  adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan barang baku tekstil, barang setengah jadi tekstil  dan barang jadi tekstil. Contoh: PT Sandang, PT Toray dan sebagainya.
Manufaktur berasal dari kata manufacture yang berarti membuat dengan tangan (manual) atau dengan mesin sehingga menghasilkan suatu barang. Misalnya membuat kue, baik secara manual atau menggunakan teknologi mesin merupakan kegiatan yang disebut manufaktur.  Atau secara umum dapat disimpulkan bahwa manufaktur adalah kegiatan memproses suatu barang menjadi  barang lain yang mempunyai nilai tambah yang lebih besar. Kue akan mempunyai nilai lebih besar jika bandingkan dengan tepung. Jadi manufaktur adalah mengolah bahan input menjadi output.
Industri manufaktur berarti kelompok perusahaan yang sejenis yang mengolah bahan-bahan menjadai barang setengah jadi atau barang jadi yang mempunyai nilai lebih.
Selain manufaktur dikenal juga istilah nonmanufaktur atau disebut industri jasa (Services), istilah service ini merupakan ungkapan untuk barang yang tidak dapat dipegang secara fisik, misalnya jasa tukang pijat, yang tidak bisa kita lihat akan tetapi kita dapat merasakan hasilnya. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang melakukan urutan-urutan kegiatan tertentu sehingga menghasilkan jasa. Seperti, perusahaan asuransi adalah perusahaan yang melakukan berbagai urutan kegiatan sehingga dapat menjual jasa dalam bentuk polis pertanggungan.

Secara singkat ruang lingkup system produksi sebagai berikut:
a.      Metode perencanaan produksi
b.      Pelaksanaan produksi
c.       Pengendalian produksi   

JENIS PROSES PRODUKSI (MANUFACTURING PROCESS)
Berdasarkan sifatnya perusahaan manufactur dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:
1.      Perusahaan dengan proses produksi terus menerus (continuous process)
2.      Perusahaan dengan proses produksi terputus-putus (intermitten process) 

KLASIFIKASI INDUSTRI
Klasifikasi Industri berdasarkan awal dan akhir:
a.    Industri hulu, yaitu jika hasil produksi suatu industry menjadi bahan-bahan industry. Maksudnya apakah produk yang dihasilkan merupakan produk produk yang dapat menjadi input bahan-bahan industry lain. Contoh: perusahaan yang mengelola butir-butir gandum menjadi tepung terigu, tepung terigu sendiri merupakan industry hulu di bidang pangan karena tepung terigu yang dihasilkan merupakan bahan baku industry kue dan mie instant.
b.    Industri hilir, yaitu industry yang mengolah bahan menjadi produk akhir (produk jadi). Contoh: perusahaan yang mengolah tepung terigu yang mengolahnya menjadi kue atau mie instant.

Industri berdasarkan jenjang:
a.    Industri Dasar
b.    Industri Ringan
c.     Industri Berat

Jenis Industri Berdasarkan bahan-bahan yang diolah:
a.    Industri pertanian
Industri pertanian adalah kelompok perusahaan di bidang pertanian tanaman pangan dan tanaman keras, perikanan darat, perikanan laut, dan kehutanan. Industry pertanian ini terbagi atas agro industry tanaman pangan, Industri kehutanan dan Industri perikanan.
b.   Industri pertambangan
Industri pertambangan adalah kelompok perusahaan yang mengeksploitasi berbagai barang tambang dari perut bumi. Diantaranya:
Ø  Industry minyak bumi, yakni industry yang mengeksploitasi deposit bahan-bahan bumi menjadi berbagai bahan berupa miyak bumi seperti bensin, minyak tanah, oli dan sebagainya. 
Ø  Industry batu bara, yakni kelompok perusahaan yang mengeksploitasi batu bara untuk bahan bakar atau listrik.
Ø  Industry gas alam/minyak bumi , yakni kelompok perusahaan yang mengeksploitasi gas alam/minyak bumi untuk dijadikan tenaga listrik.
Ø  Industry tambang logam, yakni kelompok perusahaan yang mengeksploitasi biji besi, tembaga, emas, perak dan sebagainya. 
c.    Industri Jasa  
Industri jasa atau industry nonmanufaktur adalah industry yang produknya bersifat nontangibel atau kasa mata, pada dasarnya industry jasa produk yang dihasilkan bukan merupakan benda atau barang fisik akan tetapi hasilnya dapat dirasakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar